JAKARTA — Peta kekuatan internal Partai Gerindra mengalami guncangan besar. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan Ahmad Muzani yang telah mengisi jabatan itu sejak partai berdiri 17 tahun lalu.
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Muzani lewat akun Instagram pribadinya, Jumat (1/8/2025). “Hari ini, di Padepokan Garuda Yaksa, Pak Prabowo menandatangani keputusan penunjukan @sugiono_56 sebagai Sekjen Partai Gerindra,” tulis Muzani, menyertakan foto kebersamaan dirinya dengan Prabowo dan Sugiono.
Langkah ini sontak memantik perhatian publik. Bukan hanya karena Sugiono dikenal publik sebagai diplomat, bukan organisator partai, tapi juga karena perombakan ini terjadi menjelang dimulainya pemerintahan baru.
Muzani sendiri menyambut keputusan itu dengan lapang dada. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Prabowo dan seluruh kader selama hampir dua dekade. “Saya mohon maaf jika selama menjabat terdapat kekeliruan dan kealpaan,” ucapnya tulus.
Namun, Muzani tidak benar-benar ‘pensiun’. Ia kini menjabat dua posisi elite sekaligus: Sekretaris Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra. Jabatan yang justru memberi pengaruh strategis dalam arah kebijakan partai.
Penunjukan Sugiono dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat adanya restrukturisasi internal Gerindra. Apakah ini langkah Prabowo dalam menyiapkan regenerasi? Atau bagian dari strategi menyolidkan barisan menjelang periode pemerintahan barunya?
Yang jelas, debut Sugiono sebagai Sekjen akan jadi sorotan tajam. Mampukah ia membuktikan diri sebagai motor penggerak baru Gerindra? Atau justru ini awal dari transformasi wajah partai yang lebih diplomatis di bawah bayang-bayang kekuasaan?
Publik menanti langkah berikutnya. Satu yang pasti, Gerindra sedang bersiap memainkan babak baru. (*)







