KERINCI – Ruas jalan nasional di perbatasan Desa Sebukar dan Hiang, tepat di depan Bandara Depati Parbo, kembali menelan korban. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kecelakaan parah setelah terperosok ke dalam lubang galian proyek yang dibiarkan terbuka tanpa pengaman pada Senin malam (27/7).
Kecelakaan tersebut terjadi saat kondisi jalan gelap dan hujan gerimis. Lubang galian yang menganga di tengah badan jalan tak diberi rambu atau tanda peringatan, membuat pengendara tak menyadari bahaya di depannya.
“Saat itu gelap dan hujan rintik. Tiba-tiba terdengar suara keras, rupanya ada pengendara jatuh ke dalam lubang. Kami langsung menolong dan membawanya ke RSU MHA Thalib,” ujar Joni, warga setempat.
Korban yang belum diketahui identitasnya mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Warga menyesalkan kelalaian pihak kontraktor dan instansi terkait yang dianggap abai terhadap keselamatan pengguna jalan. Lubang galian proyek tersebut sudah berhari-hari dibiarkan tanpa pengamanan yang layak.
“Ini jalan nasional, lalu lintas padat. Kok bisa dibiarkan begitu saja? Mestinya ada rambu atau pengaman. Jangan tunggu korban jatuh dulu,” tegas Yudi.
Kemarahan warga kian memuncak karena sebelumnya mereka sudah beberapa kali mengeluhkan kondisi tersebut, namun belum ada tindakan nyata.
Masyarakat mendesak agar pemerintah dan kontraktor proyek segera bertanggung jawab. Mereka meminta pemasangan rambu peringatan dilakukan segera dan proyek diselesaikan secepatnya agar tidak memicu korban berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait. Sementara itu, warga sekitar berencana akan melayangkan laporan kepada pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang. (*/Hzq)






