KERINCI – Gelap gulita melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci pada Jumat (11/7/2025)malam, akibat pemadaman listrik serentak yang terjadi tanpa pemberitahuan.
Tak hanya membuat aktivitas warga terganggu, padamnya listrik juga ikut menganggu jaringan telekomunikasi di beberapa daerah.
Keresahan warga kian memuncak karena pemadaman sudah berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Indra (36), warga Kecamatan Depati Tujuh, mengaku kecewa dengan pemadaman yang berlangsung tiba-tiba.
“Iya, mati listrik bahkan sudah tiga malam berturut-turut. Matinya tanpa pemberitahuan,” keluhnya singkat saat dikonfirmasi.
Hal senada juga disampaikan Hilman (40), warga Kecamatan Air Hangat. Ia mengungkapkan bahwa pihak PLN sebelumnya menyebut penyebab padamnya listrik karena tali layang-layang yang menyangkut di kabel.
“Sama, di sini juga padam. Sebelumnya PLN bilang penyebabnya tali layang-layang,” ujarnya.
Dampak dari pemadaman tak berhenti sampai di situ. Fadil (26), warga Depati Tujuh, mengungkapkan bahwa saat listrik padam, jaringan seluler juga ikut terganggu, menghambat aktivitas kerja warga yang bergantung pada sinyal internet.
“Kalau di Depati Tujuh, saat listrik padam, otomatis jaringan seluler juga terganggu. Pekerjaan jadi terhambat,” tutur Fadil.
Menanggapi keluhan warga, Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemadaman bukan disengaja, dan saat ini tim teknis tengah bekerja mencari penyebab pasti.
“Mati lampunya bukan disengaja dimatikan. Kemarin malam penyebabnya tali layang-layang di kabel listrik. Untuk yang sekarang ini, sedang dicari penyebabnya. Tim lapangan sedang menelusuri,” jelas Eko.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi kapan pasokan listrik akan kembali normal di wilayah terdampak. Warga pun berharap PLN lebih transparan dan cepat dalam menangani masalah, serta memberikan pemberitahuan sebelum terjadi pemadaman. (*/Hzq)






