JAKARTA, eBrita.com – Konflik bersenjata antara Israel dan Iran terus memanas. Pada Jumat (20/6/2025), kedua negara kembali terlibat saling serang, memperpanjang ketegangan yang telah berlangsung selama sepekan. Situasi di kawasan Timur Tengah makin tak menentu, dan dunia pun bereaksi.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru yang dihimpun eBrita.com dari berbagai sumber internasional:
1. Eropa Bergerak! Diplomasi Dibuka di Tengah Dentuman Senjata
Para diplomat tinggi Eropa bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Jenewa untuk membahas program nuklir Teheran. Pertemuan ini menjadi harapan baru di tengah asap perang yang menyelimuti kawasan.
“Saya telah menerima jaminan bahwa Araghchi tidak akan dijadikan target oleh Zionis,” ujar penasihatnya, Mohammad Reza Ranjbaran di platform X.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyebut dua minggu ke depan sebagai jendela terakhir untuk solusi diplomatik.
2. PBB Sidang Darurat, Iran Dapat Dukungan Blok Timur
Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang kedua terkait konflik atas permintaan Iran, didukung Rusia, China, dan Pakistan. Sementara itu, Israel dan AS belum mengeluarkan pernyataan resmi.
3. Serangan Balasan Silih Berganti: Drone, Rudal, dan Ketegangan Udara
Israel mengklaim menyerang pusat riset senjata nuklir Iran di Teheran. Sebaliknya, IRGC Iran meluncurkan lebih dari 100 drone “bunuh diri” ke wilayah Israel.
4. Trump di Persimpangan: Gabung Perang atau Tidak?
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memutuskan dalam dua minggu apakah AS akan bergabung dengan Israel. Meski ada peluang negosiasi, Trump dikabarkan sudah menyetujui rencana serangan, namun menundanya demi melihat langkah Iran selanjutnya.
Rusia memperingatkan bahwa keterlibatan militer AS akan menjadi langkah berbahaya. Di Irak, kelompok pro-Iran juga telah mengancam akan menyerang kepentingan AS.
Citra satelit menunjukkan puluhan pesawat tempur AS sudah meninggalkan pangkalan di Qatar, diduga sebagai langkah pengamanan personel.
5. Iran Ganti Kepala Intelijen, Bayangan Dendam Semakin Menguat
Setelah kehilangan kepala intelijen IRGC dalam serangan Israel, Iran menunjuk Brigjen Majid Khadami sebagai pengganti. Serangan yang menewaskan tiga perwira senior ini memicu kemarahan dalam negeri.
Sementara itu, penasihat tertinggi Ayatollah Khamenei, Ali Shamkhani, dilaporkan stabil meski sebelumnya disebut luka parah akibat serangan.
6. Korban Sipil Terus Bertambah
Di Israel, seorang wanita ditemukan tewas akibat serangan rudal, meningkatkan korban tewas menjadi 25. Sementara di Iran, serangan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 224 orang, termasuk ilmuwan nuklir dan warga sipil.
7. Penangkapan Massal dan Pemadaman Total di Iran
Polisi Iran menangkap 24 orang dengan tuduhan spionase untuk Israel. LSM Iran Human Rights mencatat setidaknya 223 orang telah ditahan. Iran juga memberlakukan pemadaman internet nasional, pemadaman terluas sejak unjuk rasa 2019.
Menurut NetBlocks, pemadaman ini menghambat komunikasi warga di saat krisis dan menimbulkan kekhawatiran akan pelanggaran hak asasi manusia secara masif.
Krisis Timur Tengah: Menunggu Titik Didih atau Peluang Damai?
Ketegangan terus membumbung tinggi. Dunia kini menunggu, apakah diplomasi bisa menyelamatkan kawasan dari perang total, atau konflik akan membesar menjadi krisis global?





