Ebrita.Com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, umat Muslim mulai mempersiapkan ibadah kurban. Namun, tahukah Anda bahwa pemilihan hewan kurban yang kurang tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, seperti penularan penyakit zoonosis?
Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, seperti antraks, brucellosis, dan leptospirosis. Menurut drh. Mochamad Aji Purbayu, M.Sc. dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), masyarakat harus lebih cermat dalam memilih hewan kurban demi menghindari bahaya tersebut.
Berikut ini tips memilih hewan kurban yang sehat dan aman menurut para ahli:
- Perhatikan Ciri-ciri Hewan yang Sehat
Pastikan hewan dalam kondisi prima. Tanda-tandanya:
- Bulu bersih dan tidak kusam
- Mata jernih, tidak berair atau berkeruh
- Lubang hidung bersih, tidak berlendir
- Tidak diare
- Gerak aktif, tidak lesu
- Tidak pincang atau mengalami luka
- Hindari Hewan Cacat
Syarat sah kurban adalah hewan harus tidak cacat. Ciri-ciri yang perlu diperhatikan:
- Tidak buta sebelah
- Telinga dan ekor utuh
- Kaki kuat, kuku lengkap
- Untuk jantan, testis dua dan simetris
- Usia Hewan Sesuai Ketentuan
Usia hewan kurban menjadi syarat sah secara syariat:
- Domba/kambing: minimal 1 tahun (ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap)
- Sapi/kerbau: minimal 2 tahun (gigi tetap tumbuh sepasang)
- Minta Surat Kesehatan Hewan (SKKH)
Pastikan hewan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas peternakan setempat. Ini memastikan hewan bebas dari penyakit menular.
- Hindari Tempat Jual yang Tidak Higienis
Jangan membeli hewan dari lokasi yang jorok, seperti dekat tempat sampah atau selokan. Pilih pedagang resmi atau peternak yang menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan.
- Waspadai Penyakit Zoonosis
Beberapa penyakit berbahaya yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia:
- Antraks: menular lewat luka atau daging terkontaminasi
- Brucellosis: menular lewat kontak dengan cairan tubuh hewan
- Leptospirosis: dari urin hewan yang terinfeksi
Penularan bisa terjadi saat penyembelihan, pengolahan, hingga konsumsi daging yang tidak matang sempurna.(Tim)







