Ebrita.com – Serangan mengejutkan terjadi di jantung Israel, Minggu (5/5) dini hari waktu setempat. Sebuah rudal balistik jarak jauh yang diduga diluncurkan oleh kelompok Houthi di Yaman menghantam area dekat Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Insiden ini menciptakan kawah besar dan memicu kepanikan di salah satu titik paling vital di negara itu.
Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa rudal tersebut lolos dari sistem pertahanan udara Iron Dome, menyebabkan ledakan dahsyat yang meninggalkan kawah selebar lebih dari 10 meter di area parkir bandara. Walau tidak mengenai terminal utama atau landasan pacu, otoritas bandara sempat menghentikan operasional selama beberapa jam untuk evakuasi dan penyelidikan.
Iron Dome Gagal, Tel Aviv Nyaris Lumpuh
Para saksi mata menyebutkan dentuman keras terdengar hingga radius 5 kilometer dari lokasi jatuhnya rudal. Kepulan asap membubung tinggi dan memicu kepanikan penumpang serta pekerja bandara. Beberapa penerbangan dialihkan ke bandara lain, sementara keamanan diperketat di seluruh wilayah Tel Aviv.
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa rudal tersebut menempuh jalur tidak biasa dan terbang dalam kecepatan tinggi, sehingga sulit dicegat oleh sistem pertahanan konvensional. Investigasi tengah dilakukan untuk menelusuri jalur penerbangan dan lokasi peluncuran pasti.
Pesan Perang dari Yaman: Solidaritas untuk Gaza
Kelompok Houthi, melalui saluran medianya, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menyatakan rudal tersebut merupakan bagian dari kampanye dukungan terhadap warga Palestina di Gaza yang menjadi korban agresi militer Israel.
“Selama pendudukan dan pembantaian terus terjadi, rudal kami akan tetap berbicara dari Yaman hingga ke pusat-pusat kekuasaan Israel,” ujar juru bicara militer Houthi dalam pernyataan resminya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa konflik di Gaza kini telah meluas menjadi ancaman regional yang nyata. Yaman, yang selama ini dianggap jauh dari pusaran konflik langsung Israel, kini terbukti mampu melancarkan serangan strategis ke jantung negara tersebut.
Netanyahu: Iran Ada di Balik Serangan Ini
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak tinggal diam. Ia menyebut Iran sebagai otak di balik serangan tersebut dan mengisyaratkan kemungkinan balasan militer terhadap target-target di Yaman maupun Iran.
“Israel tidak akan tinggal diam. Serangan ke bandara kami adalah pelanggaran serius atas kedaulatan dan keamanan nasional,” tegasnya dalam pidato darurat di Tel Aviv.
Israel juga dikabarkan telah meluncurkan serangan udara ke beberapa titik di Yaman yang diyakini menjadi lokasi peluncuran rudal. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dampak dari serangan balasan tersebut.
Peringatan Global: Timur Tengah di Ambang Krisis Regional
Insiden ini langsung menarik perhatian dunia. Pemerintah Amerika Serikat mengecam keras serangan terhadap Tel Aviv dan menyatakan dukungan penuh untuk Israel. Sementara itu, Rusia dan Tiongkok menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi yang bisa memicu perang regional terbuka.
Dewan Keamanan PBB dikabarkan akan mengadakan sidang darurat guna membahas krisis yang kian melebar ini. Para analis meyakini bahwa jika tidak segera ditangani, konflik Gaza bisa menjadi pemicu perang besar di Timur Tengah, melibatkan negara-negara seperti Iran, Lebanon, Suriah, dan kini, Yaman.
Krisis Semakin Dekat dengan Pusat Kehidupan
Dengan rudal yang kini mampu mencapai jantung Israel, warga Tel Aviv mulai merasakan ancaman nyata dari konflik yang sebelumnya terasa jauh. Bandara Ben Gurion, yang selama ini menjadi simbol konektivitas dan keamanan, kini menjadi target yang rentan.
Israel berada di persimpangan genting: antara membalas dengan kekuatan penuh atau mencari jalan diplomasi untuk meredakan ketegangan. Namun yang pasti, serangan ini telah membuka babak baru dalam konstelasi konflik di Timur Tengah—babak di mana jarak dan batas negara tak lagi menjadi penghalang dalam perang modern.(Tim)





