ebrita.com
Jumat, 5 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

Kisah Tugu Yudha, Pendaki Muda yang Hilang Ditelan Cuaca Ekstrem

04/05/2025
in Daerah
2 min read
Kisah Tugu Yudha, Pendaki Muda yang Hilang Ditelan Cuaca Ekstrem
99
DIBAGIKAN
417
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Mau Naik Gunung Kerinci? Ini Biaya yang Harus Kamu Siapkan

Gunung Kerinci : Pesona Alam Tertinggi di Sumatera yang Memikat Wisatawan Nusantara dan Mancanegara

Kerinci, eBrita.com – Di balik keindahan Gunung Kerinci yang menjulang megah sebagai titik tertinggi di Sumatera, tersimpan sebuah kisah pilu yang masih membekas dalam ingatan para pendaki: kisah hilangnya Yudha Sentika, seorang remaja berusia 17 tahun yang lenyap tanpa jejak pada tahun 1990.

Yudha Sentika adalah salah satu anggota aktif Elpala, klub pecinta alam SMA 68 Jakarta. Pada 23 Juni 1990, ia bersama rombongan melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Kerinci yang saat itu sedang dilanda cuaca buruk. Kabut tebal, hujan deras, dan suhu ekstrem menyelimuti kawasan hutan dan lereng gunung, menciptakan tantangan berat bagi para pendaki muda itu.

Di tengah perjalanan, Yudha terpisah dari kelompoknya. Upaya pencarian intensif dilakukan selama berhari-hari, melibatkan tim SAR, relawan, dan warga setempat. Namun, hingga hari ini, tubuh Yudha tak pernah ditemukan. Ia dinyatakan hilang dalam tugasnya sebagai seorang pecinta alam yang sedang mengejar cita dan cinta terhadap gunung.

Untuk mengenang semangat dan pengorbanan Yudha, didirikan sebuah tugu di kawasan puncak Gunung Kerinci. Tugu itu kini dikenal sebagai Tugu Yudha, menjadi saksi bisu sekaligus monumen peringatan agar para pendaki tak melupakan pentingnya keselamatan dan persiapan sebelum menaklukkan alam liar.

Kisah Yudha tidak hanya menjadi cerita duka, tetapi juga pelajaran besar bagi para pecinta alam. Gunung bukanlah tempat untuk sekadar petualangan tanpa persiapan. Cuaca ekstrem, medan yang sulit, dan keterbatasan logistik bisa menjadi ancaman nyata.

“Tragedi ini menyadarkan kita bahwa alam tidak bisa diprediksi. Kita bisa mencintainya, tapi kita juga harus menghormatinya dengan kesiapan dan pengetahuan yang cukup,” ujar seorang pendaki senior yang sempat mengunjungi Tugu Yudha beberapa tahun lalu.

Sebagai bentuk edukasi, banyak komunitas pecinta alam kini mewajibkan perlengkapan standar bagi setiap pendakian. Mulai dari jaket anti-air, sepatu gunung yang memiliki daya cengkeram tinggi, hingga perangkat navigasi seperti GPS dan peta offline.

Beberapa item yang disarankan oleh pendaki berpengalaman antara lain:

Jaket Gunung Waterproof untuk melindungi dari suhu dingin dan hujan.

Sepatu Hiking Tahan Licin agar tetap stabil di medan berlumpur atau berbatu.

Lampu Kepala Tahan Air dan GPS Navigasi untuk perjalanan malam dan kondisi berkabut.

Peralatan Survival Kit yang berisi pisau serbaguna, korek api tahan air, hingga peluit darurat.

Penting juga untuk membawa buku panduan pendakian, atau mengikuti pelatihan dasar survival bagi pendaki pemula. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan adaptasi dan pengambilan keputusan saat menghadapi situasi genting.

Kini, setiap pendaki yang mencapai puncak Gunung Kerinci sering berhenti sejenak di Tugu Yudha. Mereka berdoa, mengambil napas panjang, dan merenungkan makna pendakian sesungguhnya.

Bagi sebagian orang, tugu itu menjadi tempat berziarah. Bagi yang lain, itu adalah pengingat bahwa di balik kegagahan alam, terdapat harga yang pernah dibayar oleh jiwa muda yang mencintai alam lebih dari dirinya sendiri.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Gunung KerinciHikingMount KerinciTugu YudhaYudha Sentika

TerkaitBerita

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
219
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

18/05/2026
218
Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

18/05/2026
205
Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

28/04/2026
210

KOLOM

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

2 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan