eBrita.com – Dukungan untuk rencana pemekaran Kabupaten Kerinci terus mengalir. Pada Minggu malam, 27 April 2025, Lembaga Adat Seleman resmi menyerahkan hibah tanah seluas 20 hektare kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci. Lahan yang berlokasi di Bukit Panyapun, Kecamatan Danau Kerinci, ini disiapkan sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Kerinci Hilir.
Acara penyerahan hibah berlangsung di rumah Ketua Adat Kedepatian Serah Bumi Sirah Mato Seleman, Bulkia, di Desa Seleman. Dalam suasana yang penuh keakraban, Bulkia menyerahkan berkas hibah kepada Bupati Kerinci, Monadi, yang hadir didampingi Wakil Bupati Murison. Sejumlah kepala desa dari wilayah Seleman — seperti Seleman, Pentagen, Sanggaran Agung, Baru Sanggaran Agung, dan Talang Kemulun — turut menyaksikan momen bersejarah ini, bersama pejabat daerah terkait.
Bulkia mengungkapkan, rencana hibah ini sudah lama dirintis. Bersama tim dari BPN dan Kabid Aset Pemkab Kerinci, pihak Lembaga Adat telah turun ke lapangan untuk menentukan titik koordinat tanah yang akan dihibahkan.
“Alhamdulillah, malam ini penyerahan hibah tanah untuk Ibu Kota Kerinci Hilir akhirnya terlaksana. Luasnya sekitar 20 hektare,” ujar Bulkia, yang disambut antusias para tokoh adat dan warga yang hadir.
Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif masyarakat adat. Ia menegaskan, hibah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan pemekaran Kerinci.
“Terima kasih kepada Lembaga Adat Seleman dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus berjuang hingga pemekaran ini benar-benar terwujud,” ujar Monadi.
Monadi juga menekankan, karena tanah ini merupakan tanah ulayat, maka seluruh proses hibah dilakukan melalui jalur adat, sesuai aturan yang berlaku.
Wakil Bupati Kerinci, Murison, dalam sambutannya menambahkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung proses pemekaran. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan langkah ini.
“Pemekaran ini bukan hanya soal administrasi, tapi tentang mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Kita semua harus bergerak bersama,” katanya.
Murison juga menegaskan bahwa Pemkab Kerinci tetap berkomitmen untuk membangun daerah secara berkelanjutan, dengan pelayanan publik yang semakin baik.
Penyerahan hibah ini menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam mewujudkan cita-cita besar bersama. Dengan lahan 20 hektare yang sudah siap, Pemkab Kerinci kini lebih mantap melangkah ke tahapan selanjutnya: perencanaan pembangunan dan persiapan administrasi untuk pembentukan Kerinci Hilir.
Pemekaran ini diharapkan membawa dampak positif, mempercepat pemerataan pembangunan, serta membuka peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Kerinci.
Momen penyerahan hibah tanah di Seleman ini menjadi sinyal kuat bahwa pemekaran Kerinci bukan lagi sekadar wacana — melainkan sebuah langkah nyata yang kini semakin dekat menjadi kenyataan.(Tim)






