SUNGAI PENUH – Ditengah suasana Pandemi Virus Corona Disease (Covid-19), sebanyak 96 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE-SAK) mengikuti wisuda sarjana strata satu yang ke-17 di Kampus Satu, Sabtu (15/8/2020).
Pelaksanaan Wisuda yang pertama dilakukan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dimasa Pandemi Covid-19 ini, sukses digelar oleh STIE SAK dengan menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona.
Jeke Jupitra selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, sebelum pelaksanaan wisuda ini pihak panitia telah berkoordinasi dengan gugus tugas Penanganan Covid-19 Kota Sungai Penuh, agar wisuda kali ini benar-benar sesuai dengan protokol Covid-19.
“Alhamdulilah kita telah melaksanakan wisuda yang ke-17, teknis pelaksanaan wisuda kita harus menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) seperti masker, faceshild, sarung tangan, cek suhu tubuh yang dipantau langsung oleh tim medis dan menjaga jarak. Adapun prosesi pemindahan jambul kita lakukan secara langsung dengan bertahap,” ungkap Jeke Jupitra.
Sementara itu, ketua STIE-SAK, Dr. Alvia Santoni, S.E., M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda merupakan momen yang sangat penting bagi civitas akademika STIE SAK, dan wisuda ini merupakan akhir dari tanggung jawab institusi dalam mengantar mahasiswa-mahasiswi menjadi insan yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia serta siap meniti profesi dan karir sesuai dengan keahlian masing-masing.
“Selamat kepada para wisudawan/wisudawati, hari ini bukanlah akhir dari saudara melaksanakan proses belajar, melainkan awal dari proses belajar, berjuang dan bersaing dengan kehidupan yang sesungguhnya. Gelar akademik yang saudara peroleh hakikatnya menuntut pertanggungjawaban moril saudara-saudari, Tetap jaga nama baik almamater dan tetaplah menjalin silaturahmi dengan almamater,” kata Dr. Alvia Santoni.
Ditambahkan Ketua STIE SAK, pada wisuda sarjana ke 17 kali ini diikuti oleh 96 wisudawan wisudawati dari tiga program studi yakni, Ekonomi Pembangunan 28 orang, Manajemen 51 orang dan Akutansi 16 orang.
“Untuk lulusan terbaik Prodi Ekonomi Pembangunan diperoleh oleh Erik Noprianda, Prodi Manajemen Jendria Sopita, dan Prodi Akutansi Riska Kurnia Sari,” ucap Alvia Santoni.
Pada kesempatan tersebut, Alvia Santoni juga menyampaikan bahwa STIE SAK merencanakan peningkatan status dari sekolah tinggi menjadi institut, inshaallah di tahun 2020 ini kita telah merampungkan proposal. Kami mohon do’a dan dukungan dari wisudawan dan masyarakat semoga rencana ini bisa terwujud, sehingga pada tahun 2021 STIE SAK bisa menjadi Institut.
“Kepada para orang tua wisudawan wisudawati, kami mohon maaf karena wisuda kali ini kami tidak bisa mengikut sertakan orang tua wisudawan wisudawati. Hal ini semata-mata kami lakukan demi melaksanakan protokol Covid-19,” tutupnya.
Selain itu, setelah melaksanakan wisuda ke 17, STIE SAK melakukan kegiatan sosial dengan membagikan pembersih tangan atau Hand Sanitizer agar dapat membantu pemutusan rantai penularan covid 19. (Yor)





