Ebrita.com – Kekalahan menyakitkan kembali menimpa Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris musim 2024/2025. Bertandang ke St. James’ Park, Setan Merah dipermalukan tuan rumah Newcastle United dengan skor telak 1-4, dalam pertandingan yang berlangsung Minggu malam WIB (13/4). Hasil ini memperpanjang derita MU dan membuat mereka terjun ke peringkat ke-14 klasemen sementara.
Kondisi ini menambah tekanan besar terhadap manajer Ruben Amorim dan skuadnya yang terlihat makin kehilangan arah permainan. Kekalahan ini pun memperkuat kesan bahwa krisis panjang di Old Trafford belum menemukan ujungnya.
Newcastle tampil dengan determinasi tinggi sejak menit awal. Bermain di hadapan publik sendiri, The Magpies langsung mengurung pertahanan MU. Gol pembuka lahir dari sepakan Sandro Tonali pada menit ke-24, memanfaatkan celah di lini belakang MU yang tak terorganisir.
Manchester United sempat memberikan harapan ketika Alejandro Garnacho mencetak gol penyeimbang di menit ke-34. Namun, euforia itu tak bertahan lama. Setelah jeda, Newcastle tampil lebih beringas.
Harvey Barnes mencetak dua gol, masing-masing di menit ke-55 dan 68, menunjukkan efektivitas lini serang tuan rumah. Gol pamungkas Newcastle dilesakkan oleh Bruno Guimarães di menit ke-81, memanfaatkan blunder fatal dari Altay Bayindir, kiper pengganti Andre Onana.
Blunder Bayindir menjadi sorotan tersendiri, di mana bola hasil tangkapannya justru terlepas dan jatuh ke kaki Guimarães yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Kritik keras pun datang dari legenda klub Roy Keane, yang menyebut performa Bayindir sebagai “simbol betapa rapuhnya MU musim ini.”
Dengan kekalahan ini, MU kini hanya mengoleksi 38 poin dari 32 pertandingan, dan berada di peringkat 14 klasemen. Posisi ini menjadi yang terburuk sejak era Premier League dimulai. Bahkan, jika tren negatif ini berlanjut, MU terancam menyelesaikan musim di luar 10 besar — sebuah mimpi buruk bagi klub sebesar Manchester United.
Dalam tiga laga terakhir, MU hanya meraih satu poin. Sebelum dipermalukan Newcastle, mereka kalah dari Nottingham Forest dan bermain imbang melawan Manchester City. Catatan buruk ini memperkuat anggapan bahwa skuat MU tak lagi kompetitif di level tertinggi.
Pelatih Ruben Amorim mengakui banyaknya kesalahan yang dilakukan anak asuhnya. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia mengatakan, “Kami bermain di bawah standar. Terlalu banyak kesalahan individual dan kolektif. Kami harus segera memperbaiki ini jika tak ingin musim berakhir lebih buruk.”
Di sisi lain, kemenangan besar ini menjadi momen penting bagi Newcastle United. Dengan tambahan tiga poin, mereka kini mengoleksi 56 poin dari 31 laga, dan naik ke posisi keempat klasemen sementara Premier League. Ini memperbesar peluang mereka untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Kemenangan ini juga terasa emosional, karena didedikasikan untuk manajer mereka, Eddie Howe, yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Asisten pelatih Jason Tindall menyebut kemenangan ini sebagai bentuk dukungan moral untuk Howe, “Kami bermain untuk Eddie malam ini, dan kemenangan ini kami persembahkan untuknya.”
Sisa musim menjadi penentu nasib MU, baik dari segi prestasi maupun masa depan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala. Fans pun mulai kehilangan kesabaran, terlihat dari seruan di media sosial yang meminta perombakan besar-besaran di tubuh manajemen klub.
Manchester United kini dihadapkan pada jadwal sulit, termasuk pertandingan melawan Arsenal dan Tottenham dalam beberapa pekan ke depan. Jika tidak segera bangkit, Setan Merah mungkin harus mengakhiri musim dengan catatan paling kelam dalam dua dekade terakhir.(Tim)





