Ebrita.com – Sungai Penuh. Aksi pengamanan lingkungan kembali ditunjukkan oleh Tim Elang Kota Regu 1 Polres Kerinci. Pada Kamis dini hari (10/4/2025) sekitar pukul 00.00 WIB, tim berhasil menggagalkan upaya penjarahan ikan di kawasan Lubuk Larangan Enam Luhah, tepatnya di Cangking, Desa Gedang, Kota Sungai Penuh.
Patroli malam tersebut dilakukan sebagai bagian dari instruksi Kapolres Kerinci melalui Kabag Ops Yudistira untuk menjaga titik-titik rawan tindak kejahatan, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian alam dan sumber daya ikan.
Dipimpin oleh Aipda Kurniawan, Regu 1 Tim Elang Kota menemukan sekelompok oknum yang mencoba menangkap ikan secara ilegal dengan cara yang merusak, seperti menggunakan alat setrum. Beruntung, petugas berhasil mengamankan situasi secara damai.
“Kami berhasil mengamankan lokasi dari upaya penjarahan. Para pelaku sudah diberi peringatan keras dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujar Aipda Kurniawan.
Kawasan Lubuk Larangan sendiri merupakan wilayah perairan yang dijaga ketat oleh masyarakat adat serta kelompok pengawas lingkungan karena berperan penting dalam menjaga keberlanjutan benih ikan. Setiap tahun, wilayah ini dijadikan tempat pemeliharaan ikan hasil bantuan dari Dinas Perikanan Kota Sungai Penuh hingga masa panen tiba.
Dt. Aswardi, selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Pemeliharaan Benih Ikan, mengaku sangat kecewa dengan tindakan oknum yang coba mengambil ikan secara ilegal. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini bisa merusak program pembudidayaan yang telah dirancang bersama pemerintah.
“Kami merasa sangat kecewa. Penjarahan seperti ini sangat merugikan masyarakat karena benih yang ditanam harusnya dipanen bersama setelah satu tahun. Aksi ini mengganggu kelestarian dan program bantuan yang sudah kami rawat dengan baik,” jelas Dt. Aswardi.
Ia juga menyampaikan apresiasi besar kepada Tim Elang Kota yang secara rutin melakukan patroli dan berhasil mengamankan kawasan konservasi. Menurutnya, keberadaan tim patroli malam sangat membantu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, terutama di area rawan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga alam bersama. Apalagi, program Lubuk Larangan bukan hanya untuk pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi sumber ekonomi masyarakat saat masa panen tiba.
Warga berharap tindakan tegas dan pengawasan ketat terus dilakukan, agar tidak ada lagi oknum yang mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.(Tim)






