eBrita.com – Kondisi memprihatinkan terjadi di Desa Kumun Mudik, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Sebuah DAM atau saluran irigasi yang roboh sejak tahun 2024 hingga kini belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah kota, meskipun lokasinya sangat dekat dengan RA At-Taqwa 1 Muara Jaya.
Kepala RA At-Taqwa 1, Abi Riko Rizwandi, melalui unggahan di media sosialnya menyuarakan kekhawatiran yang mendalam terkait kondisi tersebut. Ia meminta Wali Kota Sungai Penuh, Alfin Bakar, dan jajaran segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak sebelum membahayakan keselamatan anak-anak.
“Sudah lebih dari satu tahun irigasi ini roboh, tapi belum ada tindak lanjut. Sekolah kami hanya berjarak beberapa meter dari lokasi, dan saat hujan deras air bisa meluap ke lingkungan sekolah,” ujar Abi Riko dalam unggahannya yang kemudian ramai dibagikan warganet.
Ia juga membagikan foto dan video yang menunjukkan kondisi nyata DAM yang rusak parah. Tanah di sekitar bangunan tersebut terlihat labil, dan saluran air mengalir tidak terkendali—mengancam pondasi bangunan di sekitarnya, termasuk sekolah.
Menurut Riko, pihak sekolah merasa khawatir karena selain banjir, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan longsor atau kecelakaan yang melibatkan siswa. Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi hal buruk baru bertindak.
“Kami ingin anak-anak bisa belajar dan bermain dengan tenang, tanpa rasa takut setiap kali turun hujan,” ujarnya.
Warga sekitar pun turut mendukung seruan tersebut. Mereka menyatakan sudah beberapa kali menyampaikan laporan secara lisan maupun melalui musyawarah desa, namun belum mendapatkan respons konkret.
“DAM ini dulunya berfungsi dengan baik untuk menyalurkan air dan mencegah genangan. Tapi sejak roboh, justru jadi sumber bahaya,” kata seorang warga setempat.
Seruan dari Kepala Sekolah RA At-Taqwa 1 ini menjadi perhatian banyak pihak di media sosial. Mereka mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk segera melakukan pengecekan lapangan dan menetapkan rencana perbaikan secepatnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai rencana perbaikan atau peninjauan lapangan terhadap kerusakan irigasi tersebut. Namun, masyarakat berharap agar pemerintah daerah tak menutup mata dan segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan anak-anak dan warga di sekitar lokasi.
Keselamatan siswa dan kelayakan lingkungan belajar adalah tanggung jawab bersama yang harus menjadi prioritas. Warga kini menantikan komitmen nyata dari pemangku kebijakan di Kota Sungai Penuh.(Tim)






