KERINCI – Ketika waktu pemilihan, soal urusan mencari suara dan soal anggaran, Anggota DPRD Kabupaten Kerinci sangat pro aktif. Tetapi berbanding terbalik dengan keberadaan Galian C illegal yang saat ini terus menjamur dan keberadaannya jelas-jelas sangat merusak lingkungan, Anggota DPRD Kerinci justru dinilai melempem.
Padahal, sebagian besar lokasi Galian C illegal di Kerinci tersebut berada diwilayah yang memiliki cukup banyak wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kerinci.
Seperti halnya Galian C di Siulak, dimana keterwakilannya banyak di DPRD Kerinci, namun sayang sampai sekarang belum ada gerakan dari DPRD di daerah tersebut untuk menghentikan usaha Galian C yang jelas-jelas tidak memberikan kontribusi ke Pemkab Kerinci.
Begitu juga didaerah Kerinci bagian hilir, tepatnya di Kecamatan Bukit Kerman dan Gunung Raya yang memiliki cukup banyak anggota DPRD dan pejabat, namun sayang justru Galian C illegal yang jelas-jelas merusak fasilitas umum terbiarkan dan bebas beroperasi.
Sebagaimana Galian C illegal yang berada di perbatasan jalan Muaro lolo dengan Sungai Hangat, yang beberapa waktu belakangan ini terus beroperasi, anehnya anggota DPRD yang masuk dapil tersebut terkesan diam saja dan tidak mau tahu. Seperti anggota DPRD Kerinci dari PAN Mukhsin Zakaria, Andes dan Ardi yang pasti tahu lokasi Galian C tersebut.
“Ini patut dipertanyakan kinerja dari anggota DPRD Kerinci yang menjadi wakil kita, kok bisa-bisanya membiarkan Galian C tersebut. Apalagi salah seorang anggota DPRD dari daerah setempat sering lalu lalang dijalan tersebut,” sebut Arif, salah seorang pengguna jalan.
Meski kewenangan Galian C merupakan kewenangan Dinas ESDM Provinsi Jambi, namun DPRD punya hak untuk mempertanyakan dan mengantisipasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan menggunakan hak Interpelasi yakni hak menyampaikan pendapat dengan cara memanggil Bupati Kerinci.
“Jangan cuma bisa mengutuk saja, harus diaplikasikan. Jangan sampai baru terjadi bencana sibuk para dewan,” jelas Saiful, Aktivis Kerinci. (Yor)






