KERINCI – Kebiasaan masyarakat yang masih menganggap sungai adalah tempat membuang sampah yang strategis, mengakibatkan Sungai Batang Merao dipenuhi sampah.
Bahkan keberadaan sungai-sungai kecil dan selokan di lingkungan masyarakat yang bermuara di Sungai Batang Merao, membuat masyarakat terlena sehingga menganggap tidak perlu untuk mengelola sampah. Padahal mengelola sampah dari rumah tangga sangat diperlukan, untuk mengurangi jumlah sampah yang di buang ke TPS.
Jika dahulunya sungai Batang Merao merupakan sungai kebanggaan masyarakat sebagai sumber air bersih, untuk mencari ikan, transportasi dan aktivitas lainnya. Namun hari ini kondisi Sungai Batang Merao yang melintasi Tujuh Kecamatan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh itu, selain sudah tidak jernih lagi, juga terlihat dipenuhi berbagai jenis sampah-sampah.
Saat air sungai Batang Merao surut, maka tumpukan sampah akan terlihat di sekitar jembatan dan irigasi, atau di belakang rumah warga yang berada di pinggir Sungai. Namun ketika hujan deras debit air Sungai akan naik, maka sampah-sampah tersebut akan hanyut ke wilayah hilir hingga ke Danau Kerinci.
Salah seorang warga, Anto mengungkapkan, dengan banyaknya warga yang membuang sampah ke Sungai Batang Merao, tentunya membuktikan jika Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh belum mampu mengatasi persoalan sampah dengan baik.
“Masih banyaknya sampah di sepanjang aliran sungai Batang Merao, ini menjadi bukti jika warga banyak yang buang sampah di Sungai Batang Merao. Baik itu warga Kabupaten Kerinci maupun kota Sungai Penuh, karena aliran Sungai Batang Merao hulunya Kerinci kemudian melewati Kota Sungai Penuh,” katanya.
Warga lainnya, Deki menuturkan, mirisnya pemerintah daerah sangat minim menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), bahkan Pemerintah Desa juga tidak peduli dengan permasalahan sampah tersebut.
“Kita lihat di Desa di Kabupaten Kerinci terutama Desa yang dilintasi Aliran sungai Batang Merao sangat minim tersedianya TPS, kalaupun tersedia sampah tersebut juga dibiarkan menumpuk dan membusuk oleh Dinas Lingkungan Hidup. Mirisnya lagi Pemerintah Desa seakan-akan tidak peduli dengan persoalan sampah, sehingga masyarakat lebih nyaman untuk membuang sampah dalam sungai,” tuturnya.
Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tentunya sangat mengharapkan pemerintah betul-betul fokus mengatasi persoalan sampah, jika sungai masih menjadi lokasi empuk masyarakat membuang sampah tentunya kedepan akan mengakibatkan hal yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. (***)





