Ebrita.com – Pasca viral nya video berdurasi 5 menit dan diburu orang, Buk guru Salsabila membuat klarifikasi melalui story di akun TikTok-nya.
Buk guru yang memiliki Nama Lengkap Salsabila Rahma, dan merupakan eks guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur (Jatim).
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Bu Salsa aktif di media sosial (medsos) melalui akun TikTok @sossalsaa dan @cc_salsaa. Namun akun ini sudah lama tak aktif, begitu pula komentar di postingannya sudah dinonaktifkan.
Di samping itu terdapat akun TikTok @sissalsa, yang berisi postingan yang diduga dari Bu Salsa dan belakangan ini lebih sering mem-posting video orang lain.
Mengenai video syur itu, Bu Guru Salsa menuliskan 21 poin sebagai klarifikasi yang ditulis dalam 12 lembar dan diposting menjadi satu, pada Sabtu (22/2/2025) malam.
Singkatnya adalah video itu memang miliknya, yang dibuat karena bujukan eks pacar online-nya. Setelah hubungan mereka putus, karena si pacar yang mengaku pengusaha kaya itu ternyata penipu, video itu pun tersebar di medsos.
Dari kondisi takut dan mengalami teror dari eks pacar penipu itu, ia berani menceritakan peristiwa itu kepada orang tuanya dan mendapat dukungan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Berikut adalah poin-poin klarifikasi Bu Salsa.
Kondisi Emosional: Saat itu, aku merasa kesepian setelah putus dari mantan pacar tujuh bulan sebelum kejadian. Aku diminta untuk mendampingi ibuku mengikuti pelatihan online selama enam bulan, di mana aku menjadi asisten untuk membantu tugas-tugasnya.
Kesepian Setelah Pelatihan: Bulan November 2024, pelatihan ibuku berakhir. Aku tidak sesibuk sebelumnya, dan rasa kesepian kembali menghampiriku. Pikiran dan energiku sudah terpakai selama enam bulan, dan aku juga masih kuliah.
Mencari Pasangan: Di awal November, aku mulai membuka hati untuk orang-orang yang mau mendekatiku. Banyak yang menghubungiku di Instagram, termasuk pelaku [si penipu yang diduga menyebar video syur itu ke medsos].
Pelaku yang Menjanjikan: Dari semua cowok online yang mendekatiku, pelaku ini yang paling menjanjikan. Dia mengaku sebagai pengusaha kaya di Kalimantan dan tidak memiliki akses WhatsApp, hanya bisa di Instagram. Aku tidak menyadari bahwa ini adalah perilaku penipuan.
Manipulasi dan Kepercayaan: Percakapan kami kebanyakan manipulatif, dan aku terlena mengikuti permainannya. Kami seperti pacaran online, dan dia memberikan beberapa aturan dalam hubungan ini.
Identitas Palsu: Aku tidak ingat pasti aturan yang dia berikan, tetapi aku percaya begitu saja. Dia menggunakan foto orang luar negeri yang mengaku blasteran dan ganteng. Seringkali, dia menjanjikan hadiah mobil dan menjadi teman curhat yang membuatku nyaman.
Tiket Pesawat Pribadi: Aku sepakat untuk mencarikan tiket pesawat jet pribadi untuknya, karena dia mengaku terbiasa menggunakan pesawat jet pribadi. Percakapan kami terasa normal layaknya orang pacaran online.
Berbagi Keseharian: Aku mulai mengirimkan foto keseharian ku, seperti saat makan dan berangkat kerja. Dengan polosnya, aku menawari dia foto atau video saat aku mengaji. Percakapan kami mulai mengarah ke hal-hal dewasa.
Hingga saat ini kasus yang sudah menghebohkan dunia Maya sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Di mana, Polres Jember tengah melakukan penyelidikan atas peredaran video viral yang menghebohkan publik ini. (*/Hzq)







