ebrita.com
Rabu, 22 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah Kerinci

Akankah Moderasi Kembali Dipertaruhkan di IAIN Kerinci?

17/02/2025
in Kerinci, Pendidikan
2 min read

Pebi Julianto, M.M, Dosen IAIN Kerinci.

121
DIBAGIKAN
508
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Tanjab Barat, Serahkan Bantuan dan Ajak Gotong Royong

Wali Kota Alfin Lantik Lima Kades PAW Sungai Penuh

Oleh: Pebi Julianto

MODERASI menjadi wacana yang begitu nyaring di tahun 2024. Konsep ini menegaskan keseimbangan menghindari ekstremitas baik ke kanan maupun ke kiri. Seraya menjadi nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun, di IAIN Kerinci, apakah semangat moderasi benar-benar berakar atau sekadar ilusi? Sayangnya, yang tampak hanya lapisan luar yang manis, sementara substansinya justru jauh dari harapan.

Dalam realitas akademik, moderasi lebih sering menjadi slogan tanpa implementasi nyata. Kata “Huallohumma wafik ila aqwami thorik” kerap mengakhiri setiap sambutan resmi, tidak hanya di kalangan dosen dan pejabat, tetapi juga mulai digunakan oleh mahasiswa dalam diskusi kelas.

Frasa ini, yang seharusnya menggambarkan doa dan kebijaksanaan, justru berubah menjadi simbol formalitas belaka. Hanya diucapkan tanpa disertai refleksi kritis atau perubahan mendasar dalam budaya akademik.

Yang seharusnya digunakan adalah penutup yang lebih umum, seperti “Mari bersama-sama membangun lingkungan akademik yang lebih baik.” Ungkapan semacam ini tidak mengesankan keberpihakan pada kelompok tertentu, tetapi tetap mencerminkan harapan dan semangat kebersamaan dalam dunia akademik.

Kini, IAIN Kerinci berada di bawah kepemimpinan Rektor baru, Dr. Jafar Ahmad, seorang akademisi berlatar belakang ilmu politik. Saat pelantikannya di Kementerian Agama Jakarta, ia didampingi dengan gagah oleh keluarga dan para kader Ansor. Sebuah pemandangan yang seolah mengisyaratkan arah kekuasaan di periode mendatang.

Perjuangan para kader Ansor dalam mengantarkan figur 01 ke kursi kepemimpinan tentu patut diapresiasi. Namun, di sisi lain, muncul fenomena yang mencengangkan. Beberapa figur mendadak berusaha menyesuaikan diri. Demi meraih posisi strategis, mereka rela menghafal “Huallohumma wafik ila aqwami thorik” agar tampak sejalan dengan kelompok tertentu.

Kini, tantangan besar terbentang di hadapan Rektor IAIN Kerinci: akankah ia memberdayakan sumber daya manusia berdasarkan kompetensi yang mumpuni, ataukah justru mengutamakan kelompok tertentu, baik dari jaringan organisasi, keluarga, maupun mereka yang sekadar lihai dalam mengambil muka?

Pada akhirnya, apakah moderasi di IAIN Kerinci hanya akan terus menjadi slogan kosong, atau masih ada harapan untuk menjadikannya sebagai sebuah kenyataan? Huallohu a’lam.

Print Friendly, PDF & Email
Topik: HeadlineIAIN KerinciPebi JuliantoPendidikan

TerkaitBerita

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

21/06/2026
214
313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

13/06/2026
1.5k
Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
228
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

18/05/2026
221

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan