ebrita.com
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah Kerinci

Ini Penyebab Harimau Sumatera Citra Kartini yang Ditemukan Mati di TNKS

22/07/2022
in Kerinci, Uncategorized
2 min read
122
DIBAGIKAN
675
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Tanjab Barat, Serahkan Bantuan dan Ajak Gotong Royong

Wali Kota Alfin Lantik Lima Kades PAW Sungai Penuh

KERINCI – Harimau Sumatera yang diberi nama Citra Kartini ditemukan mati di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Selasa 19 Juli 2022.

Harimau yang berasal dari Suaka Satwa Barumun, Sumatera Utara itu baru dilepas di zona inti kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada 8 Juni 2022.

“Sebelum ditemukan mati, telah dilakukan pemantauan pergerakan satwa tersebut melalui data GPS collar,” kata Plt. Kepala Balai Besar TNKS, Pratono Puroso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/7).

Pratono menyebutkan sejak 23 Juni 2022 dilakukan kegiatan pemantauan dan patroli di lapangan sekaligus kegiatan pencegahan dan penanggulangan konflik satwa liar bersama BBKTNKS, BBKSDA Sumut, BKSDA Jambi, dan Fauna Flora International-Indonesia Programme (FFI-IP) di Desa Renah Kayu Embun dan sekitarnya.

“Kegiatan pencegahan dan penanggulangan konflik ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang melaporkan penampakan Harimau di lokasi,” ujarnya.

Kemudian pada 28 Juni 2022 diputuskan untuk dilakukan pemasangan kandang untuk menangkap dan mengevakuasi Citra Kartini. Selain itu juga dipasang kamera trap pada 30 Juni 2022 untuk memantau situasi dan pergerakan Harimau dan satwa lain di lokasi.

Namun, kata Pratono, pada 17-18 Juli 2022 pantauan data GPS collar Citra Kartini tidak menunjukkan pergerakan. Tim Tiger Protection Conservation Unit (TPCU) Balai Besar TNKS melakukan pengecekan ke lokasi titik GPS pada 19 Juli 2022.

“Pada pukul 13.11 WIB, sekitar 800 meter dari batas kawasan TNKS, harimau Citra Kartini ditemukan dalam keadaan mati,” ujarnya.

Pratono menyebut pihaknya langsung mengevakuasi jasad Harimau tersebut ke Kantor BBTN Kerinci Seblat. Pihaknya menerjunkan drh. Dwi Sakti Nusantara dan drh.Kenda Adhitya Nugraha yang disaksikan oleh petugas BBTNKS, BKSDA Jambi bersama tim gabungan evakuasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Harimau itu didiagnosa sepsis, yaitu kondisi semua organ mengalami perdarahan dan ditandai dengan tanda pucat pada selaput organ. Kesimpulan dari perubahan pada organ menunjukkan adanya peradangan pada hati, ginjal, paru, pembesaran jantung (penebalan otot jantung) dan kekurangan cairan tubuh dan anemia akut.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Citra Kartini, maka beberapa sampel organ akan dikirim untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Bukit Tinggi. Kami, Balai Besar TNKS sangat bersedih dan merasa kehilangan atas kematian Citra Kartini. Selanjutnya kami terus melakukan pemantauan dan monitoring harimau Surya Manggala,” katanya.

Sebelumnya, dua ekor Harimau yang diberi nama Surya Manggala (jantan) dan Citra Kartini (betina) dilepas di dua lokasi dalam zona inti TNKS pada 7-8 Juni 2022. Pelepasan di dua lokasi ini untuk menghindari inbreeding atau kawin kerabat yang dapat menurunkan kualitas genetis keturunannya nanti. Jarak pelepasan kedua harimau Sumatera ini berkisar 15 km.

Kedua harimau tersebut sempat dirawat di Suaka Satwa Harimau Sumatera Barumun di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas, Sumut. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: BB TNKSCitra KartiniHarimau SumateraHarimau Sumatera MatiHeadline

TerkaitBerita

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

21/06/2026
216
313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

13/06/2026
1.5k
Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
228
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

18/05/2026
221

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan