Oleh : Robi Kader HMI Cabang Jambi
Jambi – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi dinilai telah kehilangan marwah dan independensi organisasi. Forum tertinggi di tingkat cabang yang seharusnya menjadi ruang konsolidasi ideologis dan regenerasi kader justru berubah menjadi arena kompromi kepentingan politik praktis.
Salah satu indikasi paling mencolok adalah upaya keras meloloskan bakal calon atas nama Pandu Wijaya, yang diketahui terlibat aktif dalam tim sukses salah satu calon Gubernur Jambi dan bahkan terang-terangan melakukan kampanye politik untuk calon gubernur tertentu. Fakta ini bukan lagi rahasia di lingkaran internal kader maupun publik.
Ironisnya, meski secara aturan organisasi keterlibatan aktif dalam politik praktis jelas mencederai independensi HMI sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan anggaran Rumah tangga HMI itu sendiri, Pandu Wijaya justru dipaksakan untuk tetap diloloskan sebagai calon. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah aturan organisasi masih berlaku, atau sengaja ditabrak demi kepentingan tertentu?
HMI secara historis berdiri sebagai organisasi mahasiswa independen, kritis, dan tidak menjadi alat kekuasaan. Ketika seorang calon pimpinan cabang terbukti atau diketahui aktif sebagai bagian dari mesin politik kekuasaan, lalu tetap difasilitasi dalam forum Konfercab, maka yang rusak bukan hanya prosedur, melainkan nilai dasar perjuangan HMI itu sendiri.
Praktik ini menunjukkan adanya pembiaran sistematis, bahkan dugaan kuat adanya intervensi dan skenario politik yang membuat Konfercab kehilangan ruh sebagai forum kaderisasi. Independensi organisasi seolah digadaikan demi melanggengkan kepentingan politik jangka pendek.
Jika kondisi ini dibiarkan, HMI Cabang Jambi terancam berubah menjadi organisasi politik transaksional, kehilangan daya kritis, dan menjauh dari perannya sebagai penjaga moral kekuasaan. Lebih parah lagi, HMI berisiko hanya menjadi etalase legitimasi politik, bukan lagi organisasi perjuangan.
Kader HMI sejati dituntut untuk bersikap tegas menolak politisasi Konfercab, menegakkan konstitusi organisasi, dan menyelamatkan independensi HMI. Tanpa itu, nilai “Insan Cita” hanya akan menjadi jargon kosong yang hampa makna.







