ebrita.com
Sabtu, 5 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Hukrim

Jakarta Memanas, 9 Aksi Demo Serentak Warnai Awal September

01/09/2025
in Hukrim, Hukum, Nasional, Pemerintahan, Politik
2 min read
Jakarta Memanas, 9 Aksi Demo Serentak Warnai Awal September
98
DIBAGIKAN
166
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Buruh Geruduk Istana, UMP Jakarta 2026 Dinilai Tak Sejalan Biaya Hidup

Indonesia Jadi Calon Tunggal Pimpinan Dewan HAM PBB

eBrita.com – Ibukota Jakarta kembali menjadi pusat perhatian. Memasuki awal September 2025, sejumlah kelompok masyarakat berencana menggelar sembilan aksi demonstrasi secara serentak pada Senin (1/9). Aksi ini menyoroti berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Berdasarkan informasi yang beredar, titik-titik unjuk rasa tersebar di berbagai lokasi strategis. Di antaranya di kawasan Patung Kuda, Gedung DPR/MPR RI, Kementerian Pendidikan, serta Balai Kota DKI Jakarta. Beragam organisasi yang terlibat mulai dari mahasiswa, buruh, hingga aliansi masyarakat sipil

Kepolisian memastikan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gesekan massa. “Kami mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk menghindari lokasi aksi. Personel sudah disiagakan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” kata salah satu perwakilan Polda Metro Jaya.

Sejumlah ruas jalan utama diprediksi akan mengalami kepadatan. Kondisi ini membuat warga Jakarta diminta mengatur perjalanan lebih awal, terutama yang beraktivitas di sekitar Senayan, Monas, dan sekitarnya.

Aksi unjuk rasa kali ini tidak hanya mengangkat satu persoalan. Beberapa isu yang menjadi tuntutan massa di antaranya soal kesejahteraan pekerja, kebijakan pendidikan, pengelolaan APBN, serta transparansi pemerintahan. Isu politik juga turut mencuat, terutama terkait wacana pemangkasan tunjangan anggota DPR yang memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyatakan keprihatinannya atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat. Sementara kelompok buruh menuntut adanya perbaikan regulasi ketenagakerjaan dan perlindungan sosial yang lebih nyata.

Menanggapi rencana aksi ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah menghargai kebebasan berpendapat. Namun, ia mengingatkan agar demonstrasi dilakukan secara damai tanpa merugikan masyarakat luas.

“Silakan menyampaikan pendapat di muka umum, tapi jangan sampai aksi tersebut justru melanggar hukum, merusak fasilitas, atau mengganggu ketertiban publik,” tegas Presiden dalam keterangan resminya.

Sementara itu, beberapa kelompok yang sebelumnya menyatakan ikut serta, memilih membatalkan aksi dengan alasan keamanan. Mereka menilai kondisi Jakarta pasca insiden bentrokan akhir pekan lalu masih cukup rawan.

Situasi politik yang memanas rupanya juga memberi dampak ke pasar finansial. Indeks saham di Bursa Efek Indonesia sempat anjlok lebih dari tiga persen pada awal perdagangan hari ini. Investor dinilai masih wait and see, menunggu perkembangan situasi keamanan ibu kota.

Pengamat ekonomi menilai, stabilitas politik dan keamanan menjadi kunci utama bagi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional. Jika situasi berlarut-larut, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi akan terganggu.

Meski begitu, masyarakat berharap aksi-aksi yang digelar dapat berjalan damai dan tidak berakhir ricuh. Jakarta sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi nasional membutuhkan stabilitas agar roda kehidupan tetap berjalan normal.

Beberapa pengamat politik menilai bahwa unjuk rasa merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, hal itu harus dijalankan dengan cara yang elegan, damai, serta tetap menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Ahmad sahroniAksi DemoDPR RIEko PatrioIndonesiaNafa urbaUya kuya

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
175
Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
227
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
217

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan