SUNGAI PENUH – Terkait hebohnya pemberitaan mengenai Pengadaan Kendaraan Operasional Kepala Desa se-kota Sungai Penuh dengan spesifikasi merek N-Max Produksi Yamaha tahun Anggaran 2020.
Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kota Sungai Penuh, Iin Rudiansyah mengungkapkan, bahwa Pengadaan Kendaraan Operasional Kades tersebut sudah di rencanakan dan di usulkan dari tahun 2019 yang lalu dan tahun 2020 inilah mereallisasikannya.
“Saya pikir sudah wajar Kendaraan Operasional Kepala Desa Se-kota Sungai Penuh di perbaharui, di karenakan Kendaraan yang lama merek Yamaha Jupiter-Z warna kuning kadar pemakaiannya sudah kadaluwarsa yaitu sudah 10 tahun masa pemakaiannya dan lagian sudah banyak juga kendaraan yang lama tersebut sudah rusak dan tidak layak pakai,” ungkapnya.
Ditambahkan Iin Rudiansyah, yang juga Sekdes Kumun Hilir ini, bahwa pengadaan kendaraan operasional ini sudah sesuai aturan, yakni melalui tahapan dan pengesahan, jadi tidak perlu ada keresahan di tenggah-tenggah masyarakat.
“Saya sudah cek ke kawan-kawan Perangkat Desa di seluruh kecamatan se-kota Sungai Penuh, kita pastikan tidak ada punggutan atau uang pelicin dalam pengadaan kendaraan operasional Kepala Desa seperti yang dituduhkan kepada Dinas PMD Kota Sungai Penuh, dalam hal ini Kabid Pemdes Bapak Zaini Ahmad,” tambah Iin.
Selain itu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Sungai Penuh, dalam hal ini hanya memfasilitasi pengadaan kendaraan tersebut, untuk pembeliannya dengan harga standar pemerintah dan langsung di transfer atau di bayar ke pihak dealer motor tersebut.
Sebelumnya, Kabid Pemdes Zaini Ahmad, juga mengakui bahwa untuk pengadaan kendaraan operasional kades ini merupakan usulan APDESI Kota Sungai Penuh ke Walikota Sungai Penuh tahun 2019, yang dialokasikan dari ADD sesuai dengan hasil Musdes yang ditindaklanjuti dengan RKPDes, APBDes untuk dibahas bersama BPD.
“Kades selaku pengguna anggaran juga ikut mengikuti segala bentuk peraturan yang berlaku dalam pengadaan kendaraan operasional tersebut, lantaran kendaraan yang lama sudah banyak yang rusak,” kata Zaini. (Tim)







