KERINCI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Kerinci. Dinkes menargetkan di tahun 2023 nanti angka prevalensi kasus gagal tumbuh pada anak (stunting) Kerinci dapat turun diangka 14 persen.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Kerinci H. Hermendizal, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (03/08/2023).
“Penurunan Prevalensi angka Stunting di Kabupaten Kerinci pada tahun 2023 ditargetkan turun di bawah 20 persen. Dimana pada tahun 2022 lalu angka prevalensi stunting Kabupaten Kerinci sebesar 24,3 persen,” kata Hermendizal.
Dijelaskan Hermendizal walaupun target penurunan angka prevalensi stunting masih jauh dari target yang sudah ditetapkan pusat yakni 14 persen, Pemkab Kerinci optimis akan mampu menurunkan angka prevalensi stunting hingga mencapai target pada tahun 2023 ini sebesar 18 persen.
“Berdasarkan data pada tahun 2022 lalu, jumlah warga yang terindikasi stunting di Kerinci sebanyak 713 balita dan batita, jumlah ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci,” sebut Hermendizal.
Kadis Kesehatan mengungkapkan penanganan Stunting di Kabupaten Kerinci menjadi focus dalam Rencana Pembangunan Daerah, sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.
“Harapannya semua stakeholder bisa terintegrasi dan berkontribusi untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kerinci yang masih cukup tinggi, dari level kepemimpinan Kepala Daerah, Kecamatan, sampai ke Desa bisa bersatu padu bekerja sama menurunkan angka Prevalensi Stunting,” tutupnya. (*)






