SUNGAI PENUH – Sejak diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diseluruh Sekolah Menengah Atas satu bulan yang lalu, di kota Sungai Penuh menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Hal ini diketahui setelah tiga siswa SMAN 1 Sungai Penuh terpapar Covid-19.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Azwarman, mengatakan sebelumnya pihaknya telah mengirim sebanyak 111 sampel, baik sampel baru maupun yang lama.
“Dari 111 sampel yang telah kita kirim tersebut, yang telah keluar baru 13 sampel. Dua sampel merupakan sampel lama, selebihnya pasien baru termasuk 3 siswa SMAN 1 Sungai Penuh,” ungkap Azwarman, Kamis (18/03).
Ditambahkan Azwarman, tiga siswa SMAN 1 Sungai Penuh yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini berinisial MYO (15), NKZ (15) dan FMS (17).
“Saat ini kita dari Dinas Kesehatan masih kesulitan untuk melakukan tracing kepada sekolah, dikarenakan saat ini disekolah tersebut tidak ada kegiatan pembelajaran tatap muka atau sekolah sedang libur,” jelasnya.
Sementara itu, ketika wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi kepada pihak sekolah atau SMAN 1 Sungai Penuh yang berada di jalan Arif Rahman Hakim, Kepala sekolah enggan untuk memberikan keterangan.
“Tidak ada surat resmi dari media kepada pihak sekolah,” singkat Kepala SMAN 1 Sungai Penuh.
Selain terjadi penambahan sebanyak 13 orang pada Jum’at (19/03), kemarin di kota Sungai Penuh juga terdapat 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia dan 2 pasien sembuh.
Dengan penambahan tersebut, kini jumlah kasus Covid-19 di kota Sungai Penuh sudah mencapai 550 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, 455 orang sembuh, 5 kasus kematian dan 90 orang masih menjalani isolasi dan karantina, baik itu di RSUD MHA Thalib Kerinci, RS H. Bakri Sungai Penuh, maupun menjalani isolasi mandiri di rumah. (Yor)
Berikut data penambahan pasien :








