Ebrita.com – Industri otomotif global mencatat pergeseran besar pada 2025. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, tiga merek mobil asal China berhasil menembus jajaran 10 besar produsen otomotif dunia berdasarkan volume penjualan. Capaian ini menegaskan bahwa peta kekuatan otomotif dunia tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Kompas Otomotif, Jumat (27/2/2026), tiga merek China yang masuk dalam daftar elite produsen otomotif global tersebut adalah BYD, Chery, dan Geely. Ketiganya mampu mencatatkan penjualan global yang melampaui banyak merek mapan yang selama puluhan tahun mendominasi pasar internasional.
Masuknya tiga merek China ke posisi strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif dunia sedang memasuki era baru, ditandai oleh akselerasi teknologi, efisiensi produksi, serta pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan listrik dan ramah lingkungan.
BYD Pimpin Kebangkitan Otomotif China
Di antara ketiga merek tersebut, BYD menjadi pemain paling menonjol. Produsen asal Shenzhen itu sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu raksasa otomotif dunia berkat fokus agresif pada kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid.
Sepanjang 2025, BYD mencatat pertumbuhan penjualan signifikan, bahkan mampu bersaing langsung dengan Tesla di pasar kendaraan listrik global. Keunggulan BYD tidak hanya terletak pada volume penjualan, tetapi juga pada penguasaan rantai pasok baterai, yang menjadi komponen paling krusial dalam industri EV.
Kombinasi antara harga kompetitif, inovasi teknologi, dan dukungan kuat dari kebijakan industri pemerintah China menjadikan BYD sebagai simbol keberhasilan transformasi otomotif Negeri Tirai Bambu.
Chery dan Geely Perluas Dominasi Global
Sementara itu, Chery mencatat lonjakan penjualan melalui strategi ekspansi agresif ke pasar luar China. Merek ini memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga Eropa Timur, dengan menawarkan SUV dan crossover berfitur modern namun tetap terjangkau.
Di Indonesia sendiri, Chery menjadi salah satu merek China dengan pertumbuhan paling cepat dalam dua tahun terakhir, didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan berteknologi tinggi dengan harga kompetitif.
Adapun Geely, kekuatannya terletak pada strategi global dan portofolio merek internasional. Sebagai pemilik saham utama Volvo Cars dan Lotus, Geely mampu menggabungkan teknologi Eropa dengan efisiensi produksi China. Pendekatan ini membuat Geely tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga di Amerika dan Eropa.
Dominasi Lama Mulai Tergerus
Keberhasilan tiga merek China menembus 10 besar dunia sekaligus menjadi tantangan serius bagi produsen otomotif tradisional seperti Toyota, Volkswagen, hingga General Motors. Jika sebelumnya merek China kerap dipandang sebagai pemain kelas menengah dengan kualitas yang diragukan, kini persepsi tersebut berubah drastis.
Para analis menilai, transisi global menuju kendaraan listrik menjadi momentum emas bagi pabrikan China. Saat banyak produsen lama masih terbebani investasi mesin pembakaran internal, merek-merek China justru melaju lebih cepat dengan teknologi EV yang lebih matang dan biaya produksi yang lebih rendah.
Era Baru Otomotif Global
Masuknya BYD, Chery, dan Geely ke jajaran 10 besar dunia menandai bahwa industri otomotif global kini memasuki era multipolar, di mana kekuatan tidak lagi terpusat pada satu kawasan. Inovasi, kecepatan adaptasi, dan kemampuan membaca arah pasar menjadi kunci utama keberhasilan.
Ke depan, persaingan diperkirakan akan semakin ketat, terutama di pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dengan kombinasi harga bersaing, teknologi canggih, dan dukungan ekosistem kendaraan listrik, merek-merek China berpotensi terus memperbesar dominasinya di pasar global.(tim)





