Ebrita.com — Dalam beberapa bulan terakhir, aplikasi penghasil uang kembali ramai diperbincangkan, terutama yang menjanjikan keuntungan hanya dengan menonton iklan. Klaimnya sederhana: pengguna cukup menonton video pendek, menjalankan misi harian, lalu menukarkannya dengan saldo e-wallet atau uang tunai.
Fenomena ini semakin populer setelah sejumlah aplikasi seperti TikTok Rewards, ClipClaps, dan beberapa platform serupa disebut-sebut menawarkan imbalan bagi pengguna yang aktif menyelesaikan tugas menonton iklan. Bagi sebagian pengguna, metode ini dianggap menjadi cara mudah mendapatkan penghasilan tambahan tanpa modal.
Namun, di balik iming-iming tersebut, sejumlah catatan penting perlu diperhatikan. Banyak aplikasi serupa sebelumnya pernah menuai keluhan, terutama terkait proses pencairan saldo yang sulit, reward yang tidak sebanding dengan waktu yang dihabiskan, hingga kekhawatiran soal keamanan data. Beberapa aplikasi bahkan terindikasi kurang transparan dalam memberi informasi kepada pengguna.
Pakar keamanan digital menilai bahwa aplikasi penghasil uang seharusnya memiliki identitas pengembang yang jelas, ulasan positif yang konsisten, serta tidak meminta akses berlebihan pada perangkat. Jika sebuah aplikasi memberi janji pendapatan besar dengan usaha minimal, pengguna diminta untuk lebih berhati-hati.
Meski begitu, tidak sedikit pengguna yang mengaku merasakan manfaat selama aplikasi tersebut resmi, memiliki reputasi baik, dan tidak meminta deposit. Penghasilan memang kecil, namun masih bisa menjadi aktivitas sampingan untuk memperoleh sedikit tambahan.
Dengan maraknya aplikasi seperti ini, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak serta-merta percaya pada setiap klaim “nonton iklan dibayar”. Pemilihan aplikasi yang aman, membaca ulasan, serta memahami risiko menjadi langkah penting agar tidak mengalami kerugian.(tim)





