Ebrita.com — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (28/10/2025). Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam berada di level Rp2.282.000 per gram, turun Rp45.000 dibandingkan posisi kemarin.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah ke posisi Rp2.147.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.192.000 per gram.
Untuk pecahan lainnya, harga emas hari ini tercatat sebagai berikut:
- Ebrita.com — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (28/10/2025). Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam berada di level Rp2.282.000 per gram, turun Rp45.000 dibandingkan posisi kemarin.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah ke posisi Rp2.147.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.192.000 per gram.
Untuk pecahan lainnya, harga emas hari ini tercatat sebagai berikut:
0,5 gram: Rp1.241.000
1 gram: Rp2.282.000
5 gram: Rp11.310.000
10 gram: Rp22.315.000
25 gram: Rp55.637.000
100 gram: Rp221.215.000
1.000 gram (1 kg): Rp2.222.600.000
Analis menilai penurunan harga emas kali ini tidak lepas dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Penguatan dolar membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor non-dolar, sehingga menekan permintaan emas di pasar global. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi juga mendorong investor beralih ke aset berisiko, meninggalkan emas sebagai aset lindung nilai.
Meski harga emas sedang melemah, sejumlah analis menyebut koreksi ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi.
“Penurunan harga emas ini justru bisa dimanfaatkan untuk membeli di level bawah, terutama bagi mereka yang percaya emas sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi,” ujar analis komoditas dari Indonesia Commodity Watch, Rachmat Adi, Selasa (28/10/2025).
Sebagai catatan, harga emas Antam belum termasuk pajak dan biaya cetak. Untuk transaksi jual kembali, Antam juga akan mengenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku, terutama untuk penjualan di atas Rp10 juta. (Tim)
Analis menilai penurunan harga emas kali ini tidak lepas dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Penguatan dolar membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor non-dolar, sehingga menekan permintaan emas di pasar global. Selain itu, imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi juga mendorong investor beralih ke aset berisiko, meninggalkan emas sebagai aset lindung nilai.
Meski harga emas sedang melemah, sejumlah analis menyebut koreksi ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi.
“Penurunan harga emas ini justru bisa dimanfaatkan untuk membeli di level bawah, terutama bagi mereka yang percaya emas sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi,” ujar analis komoditas dari Indonesia Commodity Watch, Rachmat Adi, Selasa (28/10/2025).
Sebagai catatan, harga emas Antam belum termasuk pajak dan biaya cetak. Untuk transaksi jual kembali, Antam juga akan mengenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku, terutama untuk penjualan di atas Rp10 juta. (Tim)





