eBrita.com – Menghangatkan kembali makanan adalah praktik umum agar sisa makanan tetap bisa dikonsumsi. Tapi tidak semua makanan aman ketika dihangatkan ulang. Beberapa jenis makanan justru bisa berubah komposisi atau menghasilkan zat berbahaya jika dipanaskan berulang-ulang. Berikut 6 makanan yang sebaiknya tidak dihangatkan ulang plus alasannya:
1. Jamur
Jamur mengandung protein dan senyawa mudah terurai. Bila dipanaskan ulang, risiko munculnya mikroba atau klostridium meningkat. Tekstur juga bisa berubah, menjadi lembek dan susah dicerna.

2. Telur (Tersegel atau Direbus)
Telur rebus atau telur dalam bentuk tertentu (misalnya telur orak-arik) jika dihangatkan ulang bisa menghasilkan naftil dan senyawa berbahaya karena perubahan struktur protein. Ini bisa memicu keracunan makanan.

3. Bayam & Sayuran Hijau Lainnya
Sayuran hijau mengandung nitrat yang jika dipanaskan ulang bisa berubah menjadi nitrit, zat yang bisa berbahaya/beracun jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi. Reaksi ini terutama terjadi jika sayuran dibiarkan lama sebelum dihangatkan.

4. Kentang
Kentang yang sudah dimasak dan kemudian ditaruh dalam suhu ruang semalaman lalu dipanaskan kembali, rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri Clostridium botulinum atau mikroorganisme lainnya, terutama jika penyimpanan tidak baik.

5. Daging & Ayam
Memanaskan ulang daging atau ayam bisa merusak serat dan menghasilkan zat-zat oksidatif atau senyawa peroksida. Selain itu, bila daging tidak dipanaskan hingga benar-benar matang, risiko bakteri seperti Salmonella dan E. coli meningkat.

6. Nasi & Bubur (beras putih, nasi sisa, bubur)
Nasi yang didiamkan pada suhu ruang terlalu lama sangat rentan terhadap bakteri Bacillus cereus yang dapat membentuk spora tahan panas. Memanaskan ulang tidak selalu membunuh semua sporanya, sehingga risiko keracunan tetap ada.

Tips Aman Menghangatkan & Menyimpan
- Setelah makanan matang, segera mendinginkan dan pindahkan ke lemari es jika tidak dikonsumsi dalam waktu dekat.
- Panaskan ulang hanya sekali saja, dan pastikan suhu dalam makanan mencapai minimal 75°C sepanjang bagian makanan.
- Hindari membiarkan makanan matang terlalu lama di suhu ruang (> 2 jam).
- Gunakan wadah kedap udara untuk penyimpanan agar bakteri sulit masuk.
- Potong porsi yang akan dipanaskan ulang saja, agar sisanya tetap terlindung.
Mengenal makanan yang sebaiknya tidak dihangatkan ulang membantu kita menghindari potensi risiko kesehatan. Dengan penyimpanan dan penghangatan yang tepat, kita tetap bisa memanfaatkan sisa makanan dengan aman.(Tim)







