eBrita.com – Beberapa ahli struktural menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi bangunan Pondok Pesantren (ponpes) di Sidoarjo yang dilaporkan mengalami kerusakan bagian fondasi. Menurut mereka, kerusakan tersebut bukan sekadar retak biasa melainkan potensi kegagalan struktural yang perlu ditindaklanjuti segera agar tidak memicu efek domino bahaya bagi penghuni.
Keterangan Ahli & Temuan Awal
Seorang insinyur bangunan menilai bahwa keretakan yang muncul di bagian bawah dinding menunjukkan adanya pergeseran atau penurunan fondasi akibat beban struktur yang tidak merata atau tanah dasar yang tidak stabil.
Ahli lainnya menyebut bahwa jika kerusakan ini diperparah, bagian atas bangunan seperti kolom atau balok juga bisa ikut terganggu, memicu keruntuhan parsial.
Beberapa retak terlihat di batas lantai dengan dinding dan sudut-sudut ruangan, yang konsisten dengan dugaan adanya gaya geser horizontal dan vertikal.
Ahli menyarankan agar pemeriksaan lebih lanjut menggunakan alat seperti alat pengukur pergeseran, bor tie-down test, hingga pengujian kekuatan beton untuk memastikan sejauh mana kerusakan sudah berkembang.
Penyebab Potensial Kerusakan Fondasi
Berdasarkan analisis para ahli dan laporan awal, beberapa faktor yang bisa menyebabkan kerusakan fondasi antara lain:
1. Tanah dasar lemah atau tidak merata
Tanah yang terlalu lembek atau pun tanah isi ulang tanpa pengerasan bisa mengakibatkan penurunan diferensial fondasi.
2. Kelebihan beban struktural
Perubahan penggunaan ruang atau penambahan lantai tanpa penyesuaian fondasi bisa menyebabkan beban yang melebihi kapasitas awal perancangan.
3. Drainase buruk & air tanah
Genangan air atau naik turunnya muka air tanah dapat memicu pelunakan tanah dan merusak struktur bawah bangunan.
4. Kualitas konstruksi & material
Beton, tulangan, atau pondasi awal yang tidak sesuai standar bisa mempercepat kerusakan saat mendapat beban dinamis.
Tindakan yang Disarankan Ahli
Untuk menangani dugaan kerusakan ini, ahil menyarankan beberapa langkah tindakan:
- Penilaian struktural menyeluruh
Melibatkan konsultan engineering profesional untuk melakukan inspeksi mendalam, pengujian geoteknik dan non-destruktif. - Perbaikan fondasi (underpinning)
Bila fondasi terbukti mengalami penurunan, teknik pindah pondasi, injeksi beton, atau tiang pancang tambahan bisa diterapkan. - Kontrol air dan drainase
Memastikan sistem drainase di sekitar bangunan baik agar air tidak menggenang dan merusak tanah dasar. - Monitoring berkala
Memasang alat pengukur pergeseran (tilt meter, crack gauge) agar perkembangan retak atau deformasi bisa dipantau secara real-time.
Kondisi fondasi bangunan adalah aspek vital keselamatan bangunan. Jika benar ditemukan kerusakan serius di ponpes tersebut, segera penanganan adalah keharusan agar tidak membahayakan penghuni dan mencegah keruntuhan. (Tim)







