eBrita.com – Mangga, buah tropis yang manis dan segar, selama ini sering dianggap berisiko bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah. Alasannya jelas: satu buah mangga ukuran sedang bisa mengandung sekitar 22–24 gram gula alami. Namun, sebuah penelitian terbaru justru membalik stigma tersebut. Konsumsi mangga secara rutin ternyata dapat memberikan efek positif terhadap metabolisme tubuh, bahkan membantu mencegah risiko diabetes.
Penelitian Terkini: Mangga vs Granola Bar
Studi berjudul “Daily Mango Intake Improves Glycemic and Body Composition Outcomes in Adults with Prediabetes: A Randomized Controlled Study” menemukan bahwa kelompok orang dengan pradiabetes yang rutin mengonsumsi mangga menunjukkan hasil lebih baik dibanding kelompok pembanding yang hanya diberi granola bar rendah gula.
Manfaat yang dicatat antara lain:
- Kontrol glukosa darah lebih stabil
- Peningkatan sensitivitas insulin
- Penurunan lemak tubuh
Temuan ini menunjukkan bahwa kandungan gula alami dalam mangga tidak otomatis menjadikan buah ini “musuh” bagi penderita pradiabetes, melainkan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bila dikonsumsi dengan bijak.
Rahasia di Balik Mangga: Serat & Polifenol
Mangga mengandung berbagai nutrisi penting yang menjadikannya berbeda dengan sumber gula olahan:
- Serat: memperlambat penyerapan gula menjadi glukosa, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah secara drastis.
- Polifenol dan mangiferin: senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan dan membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
- Vitamin A, C, dan E: memperkuat daya tahan tubuh sekaligus menjaga kesehatan kulit.
Kombinasi inilah yang diyakini memberikan efek positif meskipun mangga tinggi gula.
Pesan untuk Penderita Diabetes & Pradiabetes
Para ahli menekankan bahwa porsi dan pola konsumsi adalah kunci. Mangga tetap bisa menjadi bagian dari diet sehat asalkan:
- Dikonsumsi dalam jumlah wajar (tidak berlebihan).
- Tidak dikombinasikan dengan makanan tinggi gula tambahan.
- Menjadi pelengkap dalam pola makan seimbang yang kaya serat, protein, dan sayuran.
Dengan cara ini, manfaat mangga dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko signifikan terhadap kadar gula darah.
Penelitian terbaru ini memberikan harapan baru bagi penggemar buah tropis, khususnya mangga. Meski tinggi gula, mangga justru bisa membantu mengatur kadar gula darah dan mencegah risiko diabetes bila dikonsumsi secara bijak. Bagi masyarakat Indonesia yang sangat akrab dengan buah ini, kabar ini tentu menjadi angin segar: kita bisa tetap menikmati manisnya mangga tanpa rasa bersalah, sekaligus menjaga kesehatan.(Tim)





