Ebrita.com- Setelah tenggelam selama lebih dari satu abad, kapal selam milik Angkatan Laut Amerika Serikat dari era Perang Dunia I akhirnya berhasil terdokumentasi dengan jelas untuk pertama kalinya. Kapal selam USS F-1, yang karam tragis pada tahun 1917, kini muncul kembali lewat teknologi pencitraan bawah laut mutakhir.
Dalam ekspedisi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution pada Februari dan Maret 2025, bangkai kapal selam ini berhasil dipindai secara menyeluruh menggunakan sonar dan kamera resolusi tinggi yang dipasang pada wahana selam canggih Alvin. Hasilnya adalah citra tiga dimensi dari bangkai kapal yang kini menjadi tempat hidup beragam spesies laut.
Kisah tragis kapal ini dimulai pada 17 Desember 1917, ketika USS F-1 bertabrakan dengan kapal selam sekelasnya, USS F-3, saat latihan di permukaan laut di lepas pantai San Diego, California. Tabrakan tersebut begitu fatal sehingga USS F-1 tenggelam dalam waktu kurang dari 10 detik, hanya delapan hari sebelum Natal. Dari 24 awak kapal, hanya lima orang yang berhasil selamat dari maut.
Menariknya, posisi bangkai kapal sebenarnya telah diketahui sejak tahun 1972, ketika Angkatan Laut AS sedang melakukan pencarian jet tempur yang jatuh. Namun, baru pada tahun ini teknologi memungkinkan para peneliti untuk benar-benar mendokumentasikan bangkai kapal secara visual dan detail.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama para peneliti juga menemukan pesawat latih pengebom torpedo yang jatuh pada tahun 1950, menambah nilai sejarah situs ini sebagai kuburan bawah laut.
Penemuan ini membuka kembali babak sejarah militer Amerika Serikat yang sempat terlupakan. Lebih dari sekadar peninggalan perang, bangkai kapal USS F-1 kini menjadi monumen sunyi yang menyimpan cerita pengorbanan dan tragedi dari masa lalu.
Bangkai ini telah menjadi bagian dari ekosistem bawah laut selama lebih dari satu abad, dan sekarang kita bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri untuk pertama kalinya ujar salah satu peneliti yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dengan adanya dokumentasi terbaru ini, para ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak tentang desain kapal selam awal dan juga dampaknya terhadap lingkungan laut dari waktu ke waktu.(Tim)






