Ebrita.com – Sebuah mobil listrik BYD Seal dilaporkan terbakar saat terparkir di garasi sebuah rumah di kawasan Jakarta Barat, pada Senin (13/5) pagi. Insiden ini memicu kekhawatiran publik terkait keamanan kendaraan listrik, terutama pada sistem baterainya.
Menurut informasi awal yang diterima, penyebab kebakaran diduga berasal dari **kebocoran pada baterai mobil**, yang memicu reaksi termal dan api. Api dengan cepat melalap sebagian bodi kendaraan sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.
“Api muncul dari bagian bawah kendaraan dan langsung membesar. Untungnya cepat ditangani, tapi bagian depan mobil sudah rusak parah,” ujar salah satu saksi mata di lokasi.
Kebakaran ini menyoroti potensi risiko dari **baterai lithium-ion**, komponen utama dalam kendaraan listrik. Meski jarang terjadi, baterai jenis ini rentan terhadap **thermal runaway**—yakni kondisi saat baterai terlalu panas dan memicu kebakaran.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak BYD Indonesia terkait insiden ini. Namun, pengguna kendaraan listrik diimbau untuk **rutin memeriksa kondisi baterai**, menghindari modifikasi sistem kelistrikan, serta hanya menggunakan charger resmi dari pabrikan.
Meski insiden ini mengundang kekhawatiran, para pakar otomotif menegaskan bahwa mobil listrik tetap tergolong **aman** digunakan, selama pemilik mengikuti prosedur standar keselamatan dan pemeliharaan yang dianjurkan.
“Seperti halnya mobil konvensional, kendaraan listrik juga bisa mengalami insiden jika terjadi malfungsi atau perawatan tidak tepat. Edukasi pengguna sangat penting,” ujar seorang pakar teknologi otomotif dari Institut Transportasi Indonesia.
Pihak berwenang kini masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan sebelum insiden terjadi. Apabila terbukti ada cacat produk atau kesalahan manufaktur, ini bisa menjadi sorotan bagi produsen dalam meningkatkan sistem keamanan pada produk-produk EV (electric vehicle) mereka.(Tim)







