Ebrita.com – Kabar duka menyelimuti dunia politik dan pesantren di Indonesia. KH Alamudin Dimyati Rois atau yang akrab disapa Gus Alam wafat pada Selasa pagi (6/5/2025) pukul 05.40 WIB. Tokoh muda Nahdliyin yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, beberapa hari sebelumnya.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Gus Alam sowan wonten ngarso dalem Allah pukul 05.40 WIB. Nyuwun dipun ngapunten sedanten salah hilafipun, nyuwun pandonganipun mugio pinaringan husnul khotimah,” demikian pesan singkat yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp, dikutip dari Tribun Jateng.
Saat ini jenazah almarhum masih berada di RS Budi Rahayu Pekalongan, Jawa Tengah, sebelum nantinya disemayamkan di lingkungan pesantren dan keluarga besar.
Kecelakaan Tragis yang Merenggut Nyawa
Gus Alam mengalami kecelakaan pada Jumat dini hari (2/5/2025) di KM 316+000 A Tol Pemalang-Batang, tepatnya di wilayah Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Mobil yang ditumpangi Gus Alam mengalami kecelakaan sekitar pukul 02.19 WIB. Dalam insiden nahas tersebut, dua orang asistennya dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara Gus Alam mengalami luka berat dan sempat mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari.
Meski sempat bertahan, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia empat hari setelah kecelakaan.
Tokoh Muda Nahdliyin dan Legislator PKB
Gus Alam dikenal luas sebagai politisi muda yang mengakar di lingkungan pesantren. Ia merupakan putra dari KH Dimyati Rois, salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah, Kendal, Jawa Tengah.
Sebagai kader PKB, Gus Alam telah berkiprah cukup lama di panggung nasional. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2009–2014, dan kembali dipercaya oleh rakyat untuk tiga periode berturut-turut: 2014–2019, 2019–2024, dan terakhir terpilih lagi untuk periode 2024–2029, sebelum takdir berkata lain.
Dalam kiprahnya sebagai wakil rakyat, Gus Alam pernah duduk di Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, sosial, pemberdayaan perempuan, dan zakat. Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan isu-isu keumatan dan sosial, serta berperan aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis pesantren.
Selain di dunia politik, Gus Alam juga aktif membangun lembaga pendidikan. Pada 2017, ia mendirikan Pondok Pesantren Al-Fadllu Wal Fadhilah 2, sebagai bagian dari pengembangan pesantren yang dirintis ayahandanya.
Pendidikan dan Karier
Gus Alam lahir pada 26 Desember 1980. Ia merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia juga pernah menempuh pendidikan di lembaga Pelita Mandiri pada tahun 2001 dan 2003, serta menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah.
Kariernya sebagai politisi muda sangat menginspirasi banyak kalangan, terutama anak muda di lingkungan NU. Kiprahnya tak hanya mencerminkan semangat kaum santri yang terjun ke dunia politik, tetapi juga membuktikan bahwa nilai-nilai pesantren mampu mewarnai kebijakan nasional.
Duka dan Kehilangan
Kepergian Gus Alam meninggalkan duka mendalam, terutama di kalangan internal PKB dan warga Nahdliyin. Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Gus Alam.
“Gus Alam adalah panutan kami. Dia salah satu tokoh yang ikut membesarkan PKB. Saya dan teman-teman PKB merasa kehilangan,” ucap Mahfud, dikutip dari Kompas.com.
Sebagai seorang yang lahir dan besar dari keluarga pesantren, Gus Alam dikenal luas sebagai pribadi yang santun, cerdas, dan rendah hati. Sosoknya menjadi penghubung antara dunia pesantren dan parlemen, serta menjadi representasi nyata dari sinergi antara agama dan negara.
Selamat Jalan, Gus Alam
Kepergian KH Alamudin Dimyati Rois di usia 44 tahun menjadi kehilangan besar bagi umat Islam, khususnya kalangan Nahdliyin dan PKB. Sosok muda yang sempat menunjukkan harapan besar bagi masa depan politik Indonesia itu kini telah kembali ke pangkuan Ilahi.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta menempatkannya di sisi terbaik di akhirat. Husnul khotimah, Gus Alam. (Tim)





