ebrita.com
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah Kerinci

Ini Dampak Buruk Membuang Sampah ke Sungai

10/04/2025
in Kerinci
3 min read
Ini Dampak Buruk Membuang Sampah ke Sungai

Penampakan Sampah di Sungai Batang Merao dari Jembatan Siulak Mukai, Kerinci.

131
DIBAGIKAN
451
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

KERINCI – Minimnya solusi dari Pemerintah terkait penanganan sampah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, membuat kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah ke Sungai menjadi suatu hal yang lazim dilakukan.

Bahkan membuang sampah sembarangan ke sungai sudah menjadi kebiasaan masyarakat, baik dari kalangan orang dewasa, remaja, hingga anak-anak.

Hal ini terlihat dari Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, terutama Sungai Batang Merao banyak terdapat tumpukan sampah yang menjadi lokasi strategis saat membuang sampah.

Nah…!!!
Bagaimana dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan jika perilaku membuang sampah sembarangan di sungai dilakukan secara terus-menerus?

Dampak membuang sampah sembarangan

Membuang sampah sembarangan di sungai memberikan dampak buruk yang serius. Berikut dampak buruk yang terjadi pada kesehatan manusia dan lingkungan jika perilaku membuang sampah sembarangan ke sungai tidak dihentikan:

Berkurangnya ketersediaan air bersih

Dilansir dari National Geographic, dari keseluruhan air bersih di dunia hanya satu persen yang bisa diakses dan digunakan seluruh umat manusia. Salah satu dari satu persen tersebut adalah sungai. Sehingga jika sungai tercemar sampah, ketersediaan air bersih juga berkurang.

Sungai menjadi kotor dan bau

Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai menjadikan air sungai kotor dan bau. Mengutip dari Compound Interest, penguraian awal zat organik sampah yang lambat dan konsumsi oleh mikroorganisma mengjasilkan serangkaian senyawa kimia yang berbau tidak sedap.

Misalnya hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk, amina, putresin, dan kadaverin yang menghasilkan baud aging busuk, trimethylamine yang menghasilkan bau ikan busuk, asam propanoat yang menghasilkan bau tengik, asam butanoat yang menghasilkan bau seperti muntah, dan masih banyak lagi.

Penumpukan sampah di dasar sungai

Membuang sampah sembarangan di sungai dapat membuat penumpukan sampah di dasar sungai.

Sampah yang menumpuk kemudian menghambat sedimen dan benda-benda lainnya dalam aliran sungai. Menciptakan tumpukan sampah juga lumpur yang membuat sungai menjadi dangkal.

Semakin banyak sampah yang di buang ke dasar sungai, maka akan semakin tinggi tumpukan sampah di dasar sungai. Akibatnya akan semakin dangkal juga kedalaman sungai tersebut.

Banjir

Pendangkalan air sungai akibat penumpukan sampah, akan membuat volume tampungan air sungai berkurang. Ketika hujan besar atau ada kiriman air, sungai tidak mampu menyediakan volume yang cukup untuk air mengalir.

Selain berkurangnya volume sungai, sampah juga membuat aliran sungai mampet. Akibatnya, air akan meluap dari sungai dan menciptakan banjir. Semakin deras hujan yang turun, maka semakin besar banjir yang terjadi.

Banjir saja sudah menyebabkan kerugian jiwa maupun harta. Namun, banjir yang besar dapat memicu terjadinya longsor terutama di daerah bantaran sungai. Longsor yang terjadi akan semakin memperparah dampak buruk banjir.

Menurunnya kadar oksigen dalam air

Pembusukan sampah dilakukan oleh mikroorganisme aerob (menggunakan udara untuk hidup). Menyadur dari Water Pollution, ketika terlalu banyak sampah biodegradable masuk ke dalam air, jumlah mikroorganisme meningkat dan menggunakan oksigen yang tersedia.

Akibatnya, kadar oksigen dalam air akan menurun. Sampah anorganik juga menahan turbulensi sehingga menurunkan kadar oksigen. Sampah dalam sungai juga membuat ar keruh, sehingga sinar matahari tidak masuk ke dalam air.

Hal tersebut membuat tumbuhan air tidak dapat berfotosintesis. Sehingga kadar oksigen dalam sungai semakin berkurang. Akibatnya, banyak tumbuhan dan hewan air yang mati.

Menjadi sumber penyakit

Sungai yang tercemar sampah merupakan tempat berkembangnya bakteri penyebar penyakit. Jika air tercemar tersebut dikonsumsi, bakteri akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Dilansir dari World Health Organization, air yang tercemar dapat menularkan penyakit seperti diare, kolera, disentri, tipus, dan polio. Adapun air minum yang menyebabkan penyakit diare, diperkirakan bertanggung jawab atas kematian 485 ribu orang setiap tahunnya.

Selain menjadi tempat bakteri, sampah juga melepaskan berbagai senyawa toksik ke sungai. Senyawa berbahaya tersebut tidak hanya membunuh tumbuhan dan hewan air, melainkan juga dapat meracuni manusia.

Semestinya setelah mengetahui dampak buruk yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk membuang sampah di sungai, tentunya akan membuat masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan di sungai agar tidak merugikan diri kita sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Jika sudah demikian, maka sungai akan kembali sehat, bersih, dan dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Dampak BurukDampak Membuang Sampah ke SungaiHeadlineKebiasaan BurukKerinciMembuang Sampah ke SungaiSampahSungai Batang MeraoSungai Penuh

TerkaitBerita

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
220
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

18/05/2026
218
Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

18/05/2026
205
Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

28/04/2026
210

KOLOM

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

5 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan