KERINCI – Pada Hari Senin, 03 Februari 2025 Aliansi Komisariat Selingkuh HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh melaksanakan Audiensi dengan Rektorat IAIN Kerinci. adapun persoalan yang dibahas ialah menindak lanjuti bahwa adanya dugaan permainan dalam pengelolaan biaya penerima KIP-K yang seharusnya diterima oleh Mahasiswa sebagaimana mestinya. dana yang seharusnya diterima mahasiswa sebesar Rp. 4.200.000.,- (empat juta dua ratus ribu rupiah) namun saat ini mahasiswa hanya menerima kurang dari 50% yaitu sebesar Rp. 1.700.000.,- (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) terjadi pemotongan sebesar Rp. 2.500.000.,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) tanpa transparansi, rincian penggunaan anggaran yang di ambil dari 700 an mahasiswa.
Hal itu tentu menarik perhatian Aliansi Komisariat Selingkup HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh, dalam press release Aliansi Komisariat HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh mengungkapkan bahwa Program Beasiswa KIP-K, tentunya telah berlaku di seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia tak terkecuali IAIN Kerinci yang menjadi salah satu Perguruan Tinggi Penyelengga (PTP).
Dengan demikian IAIN Kerinci mempunyai tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan KIP-K yang mana prinsip tersebut tercantum pada pedoman penyelenggaraan beasiswa yang dikenal dengan 3T ( Tepat sasaran, Tepat waktu, Tepat Jumlah ). Namun sayang, dengan dalih program unggulan terjadi pemotongan yang sangat besar bahkan tidak masuk akal terhadap biaya hidup (Living Cost) yang sepenuhnya menjadi hak mahasiswa.
Aliansi Komisariat Selingkup HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh sangat kecewa karena Rektor dan Pimpinan Kampus selaku penangung jawab penuh tidak hadir dalam Audiensi tersebut, pihak Kampus hanya diwakili oleh Pembina Forum Mahasiswa KIP-K (FORMA KIP-K) Ketua Program Unggulan, Humas IAIN Kerinci, Dan Pengurus Forum Mahasiswa KIP-K (Forma KIP-K).
Dalam audiensi tersebut, teman-teman HMI menyampaikan beberapa data yang ditemui dan juga menuntut transparansi dalam pengelolaan dana KIP-K yang janggal. ada beberapa poin yang terlampir dalam press release dan petisi yang dibawa oleh teman teman HMI, Namun kendati mendapati jawaban dan kejelasan dari hal tersebut, pembina KIP-K dan pihak-pihak terkait yang hadir tidak mampu menjawab apa yang menjadi tuntutan dan pertanyaan dari teman-teman HMI.
Pembina KIP-K Prisman H, menyampaikan kepada para audiens bahwa hal tersebut bukan kapasitas/porsi nya untuk beliau jawab, dan pembina KIP-K hanya dapat memberikan gambaran-gambaran umum tentang pengelolaan dana KIP-K tampa menjawab subtansi pertanyaan.
“Untuk persoalan itu (dana KIP-K) silahkan langsung melakukan audiensi dengan pimpinan IAIN (Rektor/Warek), sebab kami punya porsi masing-masing, dan jawaban dari kami mungkin kurang memuaskan.”
Aliansi Komisariat Selingkup HMI cabang Kerinci-Sungai Penuh mencecar beberapa pertanyaan, dan tidak satupun pertanyaan tersebut mampu di jawab oleh Pengurus Forum Mahasiswa KIP-K yang di ketua Oleh Handrea Kurniawan, dalam audiensi tersebut Handrea hanya bisa cengar-cengir tanpa ada jawaban yang seharusnya mampu dijawab secara detail, sebab Handrea lah yang menjalankan program dan pengelola anggaran.
Aliansi Komisariat HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh menyampaikan bahwasanya perjuangan belum selesai, mengajak seluruh mahasiswa IAIN Kerinci yang dirampas hak-haknya untuk bersolidaritas menyuarakan, mengawal aspirasi ini sampai selesai serta mengecam Pihak Kampus akan turun aksi dengan masa yang lebih banyak. (Lapmi)






