JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY mewanti-wanti agar usulan penggunaan sistem proporsional tertutup yang meruak tidak mengarah pada penundaan Pemilihan Umum 2024. Menurut dia, partai politik sudah mendapatkan nomor urut yang berarti tahapan Pemilu sudah resmi dimulai.
Ia berharap meruaknya usulan proporsional tertutup alias coblos gambar partai ini tidak membuat gagal fokus. Dia menyebut adanya perbedaan pendapat soal sistem Pemilu ini mestinya tidak bisa dijadikan legitimasi bahwa stabilitas politik Indonesia sedang terganggu.
“Jangan kemudian ini jadi gagal fokus sehingga menjadi alibi bahwa ‘Kok ini tidak stabil politik kita?’ Oleh karena itu perlu ditunda Pemilunya,” kata AHY di Hotel Dharmawangsa, Ahad, 8 Januari 2023.
Dia menjelaskan, penundaan Pemilu terang-terangan melanggar konstitusi dan kehendak rakyat. Ia mengatakan rakyat ingin Pemilu tetap digelar pada 14 Februari 2024. Dia menegaskan tidak ada alasan apapun yang membenarkan penundaan Pemilu.
“Tidak ada alasan apapun untuk menunda Pemilu atau menambah masa jabatan siapapun di negeri ini, baik eksekutif maupun legislatif,” ujarnya.
AHY mengatakan parpol sudah menyiapkan diri jelang Pemilu 2024. Ia menilai penundaan Pemilu juga bakal mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Menurut dia, gagasan penundaan Pemilu tidak pernah terpikirkan oleh masyarakat. “Yang ingin mereka ketahui adalah apakah ada kebijakan pro rakyat agar masalah ekonomi sosial hari ini bisa diatasi,” ujarnya.
AHY turut menegaskan bahwa sistem proporsional tertutup malah membawa kemunduran bagi demokrasi Indonesia. Oleh sebab itu, partainya bersama 7 parpol lainnya bersepakat untuk menolak usulan ini.
“Upaya mengembalikan sistem proporsional tertutup itu sama saja memundurkan demokrasi Indonesia, set back. Lagi-lagi kita akan menangis semua,” kata AHY.







